Gresik-Penderita virus HIV/AIDS yang ditemukan di Gresik terus bertambah. Bahkan, pada pada minggu ini kembali ditemukan 2 penderita penyakit yang menggerogoti kekebalan tubuh itu. Data di Dinas Kesehatan menyebutkan, hingga kini orang dengan HIV/AIDS (ODHA) hingga Desemeber 2007 menjadi 43 orang dan meninggal 14 orang.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Gresik, dr Munawan, dua ODHA yang berhasil diidentifikasi pada minggu ini merupakan PSK yang biasa mangkal di Jln Tri Dharma, Ngipik Kec Gresik. Keduanya merupakan warga Lamongan. Keduanya digaruk Sapol PP saat operasi. “etelah dilakukan pemeriksaan hasilnya menunjukkan keduanya positif,” terang Munawan, Kamis (6/12).
Yang mengkhawatirkan, lanjutnya, mereka mengaku sudah lama berpraktik sebagai PSK di Gresik. “Ini yang kami khawatirkan, jangan-jangan virus itu telah menyebar,”tuturnya.
Meski keduanya dinyatakan positif, namun, masih tampak sehat. Sebab, stadium AIDS baru tampak saat virus HIV sudah berumur 10 tahun. “Sekarang ya seperti orang tidak berpenyakit. Karena dampaknya baru bisa terlihat 10 tahun kemudian,” sela Kasi Penyegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Gresik dr Adi Yumanto.
Kedua PSK asal Lamongan itu setelah menjalani proses hukum akan segera dirujuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya untuk menjalani perawatan. Selain itu, pihaknya juga akan mengirimkan surat hasil pemeriksaan kesehatan keduanya ke Dinkes Lamongan. Sehingga, nantinya, perawatan maupun pengawasannya akan dilakukan Dinkes maupun dinas terkait daerag asal kedua wanita penjaja nikmat sesaat itu. “Data hasil pemeriksaan dan identitas itu penting, sehingga bisa dilakukan pengawasan dan perawatan lanjutan,” tambah Adi.
Sebelumnya, pada akhir Nopember lalu, pihak Dinkes juga berhasil melakukan identifikasi ODHA sebanyak 3 orang. Mereka adalah seorang waria asal Tuban yang biasa mangkal di Gresik. Kemudian, seorang pria dewasa dan anak berusia 2 tahun. Kini, ketiga orang penderita tersebut dalam perawatan intensif di rumah sakit dr Soetomo, Surabaya.
Dari jumlah ODHA hingga awal Desember ini sudah terdapat 14 orang yang meninggal. Pihak Dinkes akan terus mewaspadai penyebaran virus mematikan itu. “Kemungkinan yang tidak teridentifikasi malah lebih banyak. Makanya, kami akan terus mewaspdai kelompok yang berpotensi terjangkit HIV,” papar Adi Yumanto. (had)











